Jumat, 08 Juli 2011

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Bacaan : Roma 12:1-2
Seekor induk ayam tiba-tiba berkotek-kotek tidak keruan. Ia  memanggil anak-anaknya, berputar-putar sambil celingak-celinguk ke sana kemari. Suaranya nyaring, gelagatnya gelisah. Matanya terus-terusan melihat ke langit. Ternyata, seekor elang sedang terbang. Kelihatannya elang itu hendak menyambar anak-anak ayam tersebut. Melihat bahaya yang pasti datang dan mengancam, induk ayam tidak mau ambil risiko. Ia meneriakkan tanda bahaya pada anak-anaknya.
Isi surat Paulus dalam Roma 12 ini bernada seolah-olah ia tengah berteriak-berseru dan mengingatkan jemaat ALLAH untuk waspada. Paulus meminta perhatian jemaat Roma untuk memperhatikan ancaman bagi kehidupan jemaat ALLAH yang berasal dari dunia (ayat 2). Ancaman itu begitu nyata dan jelas, bahkan berbahaya, sehingga Paulus perlu memberikan peringatan dini untuk waspada. Isinya pesannya jelas, yaitu tubuh ini harus digunakan untuk memuliakan ALLAH (ayat 1). Keduniawian bisa begitu menggoda hingga kita mengabaikan pentingnya memberikan tubuh sebagai alat rohani bagi ALLAH dalam dunia ini. Dan, itu bagaikan "elang" yang mengancam kehidupan anak-anak ALLAH. Sekarang ini, konsep keduniawian seperti itu kerap memengaruhi cara berpikir kita.
Kita menjadi orang kristiani yang taat hanya pada hari Minggu. Kita juga menganggap bahwa beribadah hanya pada saat di rumah ALLAH. Kita mengabaikan bahwa kita adalah anak ALLAH kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Paulus mengingatkan supaya kita menjadikan hidup kita sebagai persembahan yang hidup dalam segala aspek hidup dan setiap waktu kita ~SRh~
JADIKANLAH HIDUP KITA SEBAGAI DUPA YANG HARUM DAN MENYENANGKAN HATI ALLAH


Roma 12:1-2
1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada  Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar