Rabu, 27 Februari 2008

TERANG SEJATI

Kehidupan di belahan bumi bagian Antartika amat ditentutan oleh cahaya, ditentukan oleh terang. Selama kurang lebih 10 minggu matahari tak pernah terbenam di wilayah kutub pada musim summer. Namun ketika tiba musim dingin, wilayah ini dilanda kegelapan total selama kurang lebih 7 minggu, suatu kegelapan musim dingin yang dikenal dengan nama kaamos.

Kegelapan ini amat mempengaruhi kehidupan manusia di daerah kutub. Kesehatan mereka terganggu baik fisik maupun emosional. Ketegangan, ketakutan serta kriminal biasanya memuncak pada masa kegelapan ini. Semua orang merindukan terang serta merasa benci untuk berada seorang diri di suatu tempat. Lampu-lampu neon dipasang di mana-mana untuk mengurangi ketakutan mereka akan kegelapan. Pemerintahpun tak kalah usahanya dengan mempromosikan ruangan dengan sinar matahari yang artifisial.

Inilah kegelapan lahiriah yang bisa amat menakutkan. Namun bagaimana dengan kegelapan yang bercokol di hati manusia?? Kegelapan jenis ini bias berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain. Kegelapan bisa muncul dalam berbagai bentuk seperti kemiskinan dan peperangan, perjuangan panjang dan keras melawan penyakit yang sulit disembuhkan, atau hilangnya vitalitas diri, bertambahnya umur yang mencemaskan sejumlah orang, serta masih banyak yang lain. Dan akhirnya kegelapan yang pasti akan menimpa setiap kita karena kehilangan orang yang paling kita sayangi, yang paling kita cintai oleh kematian.

Johanes Pembaptis mengatakan bahwa Yesus adalah Terang yang sejati, Terang yang sesungguhnya yang dapat membawa perubahan. Ia adalah pengampunan. Ia adalah Harapan, Ia adalah kekuatan, suatu ungkapan penuh kasih yang memberi dukungan. Ia adalah apa yang kita butuhkan untuk menerangi kegelapan diri kita, ketika kita harus berhadapan dengan banyak pertanyaan tanpa jawaban yang pasti.

Namun janganlah anda takut....Si kecil yang terbaring di palungan itu akan bertemu dengan dirimu di tempat yang paling gelap dalam hidupmu dan berjalan bersamamu. Engkau tak berjalan seorang diri. Dia adalah Emmanuel, Allah yang ada di samping kita dalam kelemahan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar