Jumat, 26 Oktober 2007

APAKAH MUHAMMAD DISEBUT DALAM PERJANJIAN LAMA ?

Kedatangan Kristus dinubuatkan dalam Perjanjian Lama dalam banyak ayat. Jika Yang Maha Tinggi berkehendak mengutus ke dunia seorang nabi yang lebih besar dari Kristus, kita harus menemukan ramalan-ramalan mengenai nabi yang akan datang ini dalam Perjanjian lama malahan akan lebih banyak terdapat dalam Perjanjian Baru. Maka lazimlah bagi kaum muslim mencari nubuat-nubuat seperti itu di dalam Alkitab mengenai pendiri agama mereka.

Jika Muhammad adalah nabi yang terakhir dan oleh karenanya merupakan pribadi yang bertanggung jawab atas mahluk ciptaan Allah, akan sangatlah ganjil bila Allah tidak memberitahukan kita untuk mencari dan mematuhi nabi yang akan datang itu. Mereka yang percaya kepada Muhammad mengatakan bahwa ramalan-ramalan terdapat di Alkitab, cukup jelas dan tidak mungkin salah. Kaum Muslim juga mengatakan bahwa ramalan-ramalan lain sebenarnya pernah ada dalam Alkitab tetapi dihilangkan oleh orang-orang Yahudi dan Kristen. Tuntutan atas Alkitab dalam hal ini berarti bahwa Injil adalah: Yang diilhamkan Allah dan Benar ( tidak diselewengkan ).
Kalau tidak, apa gunanya menghubung-hubungkan kitab ini sebagai penuh kuasa? Bila teman Muslim mengakui dua hal ini, maka penyelidikan tentang adanya nubuat-nubuat Alkitabiah tentang Muhammad akan sangat menarik dan mengandung pelajaran. Tetapi jika mereka tidak mengakui kenyataan ini, sulit untuk melihat manfaat bagi mereka menghubungkan Alkitab dengan mencari bukti didalamnya tentang missi nabi mereka.
Kej. 49:10 mengatakan sbb: Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Dinyatakan bahwa ayat itu mengenai Muhammad, karena "Yudah" berasal dari kata kerja Ibrani yang berarti "memuji", yang mengandung arti yang sama untuk nama Muhammad dalam bahasa Arab ( memuji ), tetapi konteks kejadian menunjukkan bahwa "Dia" akan lahir dari antara keturunan Yudah. Muhammad berasal dari bangsa Arab suku Quraisi. Dia bukan orang Yahudi. Tambahan pula tongkat telah beranjak dari Yudah lebih dari 550 tahun sebelum Muhammad lahir.

Ulangan 18:15,18: Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu, dia lah yang harus kamu dengarkan, seorang nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka seperti engkau ini. Aku akan menaruh firmanKu dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu.

Kaum Muslim menyatakan bahwa nabi yang diramalkan dalam kitab ulangan ialah Muhammad. Karena istilah "dari tengah-tengahmu" tidak nampak baik dalam Perjanjian Lama Yunani ( Septuagint ) maupun dalam Pentateuch Samaria, maka teks asli itu tentunya memberitahukan bahwa nabi yang akan datang itu berasal dari saudara Israel, keturunan Ismail, yaitu bangsa Arab. Namun demikian terdapat naskah Ibrani kuno yang lebih awal yang mendukung kebiasaan pembacaan tersebut dan tambahan lagi, istilah "saudara" biasanya diartikan sebagai keluarga seseorang yang terdekat ( di antara suku suku Israel ). Hanya dengan maksud tertentu sajalah orang menggunakan istilah"saudara" untuk hubungan keluarga yang kurang dekat ( misalnya kepada suku-suku Ismail ).

Dikatakan bahwa Muhammad di banyak hal sama dengan Musa. Dua-duanya dibesarkan di rumah musuh-musuhnya, diantara penyembah-penyembah berhala, mula-mula ditolak kaumnya dan kemudian diterima oleh mereka, masing-masing membuat hukum, lari dari musuh-musuhnya ( Musa ke Median, Muhammad ke Medinah ) maju berperang melawan musuh musuhnya, membuat mujizat-mujizat. Hubungan ini tidak membuktikan apa-apa.

Allah sendiri menjelaskan dalam Alkitab,bahwa nubuat ini dihubungkan kepada Kristus, bukan kepada Muhammad. Bandingkan Ulangan 18:15, "Dia yang engkau dengar", dengan Matius 17:15, "Inilah anak yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan. Dengarkanlah Dia"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar